8 Daftar Makanan Khas Pekanbaru yang Patut Dicicipi

8 Daftar Makanan Khas Pekanbaru yang Patut Dicicipi

8 Daftar Makanan Khas Pekanbaru yang Patut Dicicipi – Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, bukan hanya kota perdagangan dan industri, tetapi juga rumah bagi kekayaan kuliner Melayu yang menggoda selera. Dengan latar belakang budaya yang majemuk—terutama pengaruh Melayu, Minang, dan Tionghoa—makanan khas Pekanbaru depo 25 + 25 memiliki ciri khas tersendiri: bumbu meresap, santan melimpah, dan aroma yang menyengat memikat.

Latar Budaya dan Cita Rasa Lokal

Letaknya yang strategis di pesisir Sumatera menjadikan Pekanbaru sebagai persilangan budaya yang kaya. Pengaruh makanan Minang terasa dalam teknik memasak dan penggunaan bumbu yang kuat, sedangkan nuansa Melayu muncul dari pilihan bahan seperti ikan sungai dan penggunaan daun-daunan dalam pengolahan.

Masakan Pekanbaru cenderung mengandalkan:

  • Santan kental sebagai unsur utama
  • Bumbu halus seperti kunyit, lengkuas, kemiri, dan cabai merah
  • Olahan ikan air tawar maupun laut seperti patin, baung, dan tenggiri
  • Teknik memasak tradisional: panggang, pindang, dan rebus dalam bambu

Daftar Makanan Khas Pekanbaru yang Patut Dicicipi

Berikut adalah makanan ikonik yang sering dijumpai di meja warga Pekanbaru:

1. Gulai Ikan Patin

  • Hidangan berbahan utama ikan patin segar
  • Kuah kuning kental dari santan dan kunyit
  • Biasanya ditambahkan belimbing wuluh untuk memberi rasa asam segar

Gulai patin menjadi sajian utama saat acara besar dan sering disebut sebagai simbol kuliner Riau. Aromanya kuat dan rasanya meresap hingga ke duri.

2. Asam Pedas Baung

  • Ikan baung dimasak dengan asam jawa, cabai merah, dan rempah lokal
  • Rasanya pedas, asam, dan menyegarkan
  • Cocok dimakan dengan nasi hangat dan sambal belacan

Makanan ini banyak dijumpai di warung makan khas Melayu dan menjadi favorit penduduk lokal.

3. Sate Kuantan

  • Sate berbumbu kental dari daging sapi atau ayam
  • Disajikan dengan kuah kacang yang lebih encer dan aromatik
  • Daging dibakar dengan bara sabut kelapa untuk aroma khas

Sate ini berasal dari daerah Kuantan Singingi namun telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Pekanbaru.

4. Roti Jala

  • Roti berbentuk jaring yang dibuat dari campuran tepung dan telur
  • Disajikan dengan kuah kari ayam atau daging
  • Biasanya disuguhkan dalam acara resepsi atau jamuan adat

Teksturnya lembut dan bercita rasa gurih-manis, cocok untuk sarapan atau makan sore.

5. Lopek Bugi

  • Kue tradisional dari ketan dan kelapa parut
  • Dibalut daun pisang dan memiliki tekstur kenyal-manis
  • Diisi dengan gula merah cair di bagian tengah

Camilan ini sering ditemukan di pasar tradisional atau acara kenduri.

6. Ikan Salai

  • Ikan air tawar seperti baung dan lele yang diasap
  • Digunakan sebagai lauk atau bahan utama gulai
  • Aroma asap yang khas menjadi keunggulan rasa

Salai banyak dijual di tepi jalan dan pasar, dan bisa disimpan lama karena proses pengawetan alami.

7. Kue Bangkit

  • Kue kecil renyah dari tepung sagu
  • Bertekstur ringan dan aromatik, sering dijadikan suguhan saat Idul Fitri

Makanan ini menjadi lambang kebersamaan dan keramahtamahan masyarakat Riau.

8. Pindang Ikan Senangin

  • Ikan laut dimasak dengan rempah dan sedikit asam
  • Tidak menggunakan santan, menjadikannya ringan dan segar
  • Cocok bagi penikmat makanan rendah lemak

Pindang senangin banyak dikonsumsi oleh warga Pekanbaru yang tinggal di pinggiran sungai atau pesisir.